Nama-nama Obat Asma Yang Efektif Meredakan Gejala Asma

Weightnesia.com |  Nama-nama Obat Asma – Asthma atau yang sering disebut dengan asma ialah suatu penyakit atau gangguan saluran nafas manusia karena menyempitnya saluran pernafasan akibat faktor dan kondisi tertentu. Penyakit asma merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan yang banyak sekali dijumpai di masyarakat. Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun bisa saja mengidap penyakit asma ini. Asma juga termasuk penyakit yang tak mudah disembuhkan secara total. Biasanya penderita penyakit asma ini hanya berusaha meredakan dan mengatasi gejala-gejala asma yang timbul dengan obat. Nah, pada kali ini kami akan membahas mengenai nama-nama obat asma yang efektif mengatasi gejala asma.

Penyakit asma ialah keadaan dimana dinding organ pernafasan terjadi inflasmi yang menyebabkan penderita asma mengalami kesusahan dalam bernafas. Gejala-gejala yang timbul dapat berupa sesak nafas, terasa berat di dada dan muncul bunyi seperti ngik-ngik ketika bernafas. Ketika gejala-gejala asma menyerang, tentu penderita akan melakukan sesuatu untuk bisa mencegah maupun mengatasi agar asma tidak semakin memburuk. Salah satunya adalah dengan mencari tahu tentang obat-obat asma yang terbukti ampuh dalam mengatasi dan mengobati penyakit asma.

Jenis-jenis obat asma.

penyakit asma merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit ini bukan merupakan penyakit jangka pendek yang dapat diobati dan disembuhkan secara total. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk bisa mengatasi penyakit asma. Misalnya dengan mengkonsumsi obat kimia untuk meredakan gejala asma, mengkonsumsi obat-obat berbahan alami hingga dengan menggunakan bantuan alat bantu nafas. Untuk jenis obat asma sendiri, terdapat dua jenis obat yaitu jenis obat asma yang dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang relatif lama dan obat asma yang hanya dikonsumsi dalam jangka waktu pendek saja.

Nama-nama Obat Asma Yang Efektif Meredakan Gejala Asma

yang di maksud dengan jangka waktu lama ialah obat asma tersebut dimaksudkan untuk mencegah dan mengatasi gejala-gejala asma yang diminum secara rutin dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan obat asma yang dikonsumsi dalam jangka waktu pendek ialah obat asma yang diberikan hanya untuk meredakan gejala-gejala asma ketika kambuh dan secara cepat merespon keadaan tubuh sehingga mampu memperbaiki keadaan dan mengobati asma secara cepat.

Faktor-faktor pemicu munculnya gejala asma.

Di indonesia ini, banyak sekali masyarakat yang mengidap penyakit asma atau penyakit saluran pernafasan. Istilah asma sebenarnya digunakan untuk mendeskripsikan keadaan seseorang yang pernafasannya pendek. Namun seiring berjalannya waktu, kata asma digunakan untuk menggambarkan keadaan dimana seseorang mengalami masalah atau gangguan di saluran pernafasannya yang kemudian menyebabkan si penderita mengalami gejala-gejala asma seperti bernafas yang berat, sesak di dada, lemas dan gejala-gejala lainnya.

Tentu, gejala-gejala tersebut muncul diakibatkan oleh sesuatu atau faktor-faktor. Penderita penyakit asma tidak dapat memprediksikan apakah ia akan mengalami asma pada waktu tertentu. Akan tetapi bisa jadi penderita yang sudah mengidap penyakit saluran pernafasan ini sudah lama mengetahui karena ia sudah hafal dan dapat merasakan tanda-tanda akan munculnya gejala asma. Untuk lebih memahami mengenai penyakit asma, sebelumnya perlu kita ketahui bahwa ada faktor-faktor pemicu munculnya gejala asma. Tujuannya adalah agar gejala asma dapat dicegah dengan tidak melakukan atau menghindari faktor-faktor berikut ini.

– Banyak debu
Faktor yang paling mudah untuk dikenali karena memicu gejala asma kambuh adalah debu. Ketika penderita asma berada di tempat yang berdebu cukup tebal maka jangan heran jika ia akan sulit untuk bernafas. Debu meruapakn salah satu faktor yang memicu asma menjadi kambuh.

– Polutan
Faktor lain selain debu adalah polutan. Usahakan hindari tempat-tempat yang memiliki tingkat polutan yang tinggi. Asap kendaraan dan asap rokok adalah polutan yang sering kali dijumpai baik di jalanan maupun di tempat-tempat tertentu. Bagi penderita asma, usahakan untuk selalu memakai masker ketika berkendara di jalanan terutama jika menggunakan motor.

– Aktivitas berat
Penderita asma akan sedikit lebih rentan terhadap kelelahan yang di akibatkan oleh aktivitas yang berat. Ketika penderita asma melakukan aktifitas yang banyak menguras tenaga dan mengalami kelelahan yang berlebihan maka ia kan mudah sekali mengalami asma.

– Kurang tidur
Faktor lain yang bisa saja menyebabkan kambuhnya penyakit asma ialah kurang tidur. Mengapa? karena ketika penderita asma tidak memiliki wakyu tidur yang cukup maka tubuhnya otomatis akan mudah lelah, kelelahan ini akan memicu timbulnya gejala-gejala asma.

– Udara dingin
Penderita asma sepertiya selain alergi pada debu juga alergi pada udara yang dingin. Usahakan agar kondisi dan suhu tubuh selalu hangat. Jangan biarkan udara dingin masuk karena hal tersebut bisa saja membuat Anda sesak untuk bernafas normal.

Jenis penyakit asma sesuai tingkatannya.

Secara umum telah kita ketahui bahwa penyakit asma dapat diketahui bahwa dengan gejala-gejala yang timbul. Namun sepertinya belum kita ketahui sebenarnya jenis atau manivestasi penyakit asma. Jenis penyakit asma dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahannya. Tingkatan keparahan penyakit asma ini dapat kita ketahui melalui gejala- gejala yang terjadi pada si penderita asma tersebut.

Sekelompok orang penderita asma mungkin saja tidak sering mengalami gejala asma atau kambuh dan hanya sesekali saja muncul gejala pada kondisi-kondisi tertentu. Ada juga seseorang penderita asma yang mengalami gejala asma diakibatkan karena kondisi tubuh yang menurun akibat terlalu berlebihan dalam berolahraga misalnya. Atau bisa juga seorang pengidap penyakit asma mengalami gejala-gejala asma karena adanya alergi dan terinfeksi virus yang menyerang saluran pernafasannya. Dan ada pula pasien atau penderita penyakit asma akut yang mengalami gejala asma dalam jangka waktu yang pendek atau terjadi terus menerus.

Dari pasien satu hingga pasien lainnya tentu memiliki pola gejala yang berbeda-beda. Contohnya saja, satu pasien penderita penyakit asma biasanya mengalami gejala asma yaitu batuk ketika malam hari dikarenakan suhu udara yang dingin dan faktor kelelahan. Berbeda dengan pasien lain yang gejala batuknya timbul akibat banyaknya debu dan mengalami bersin-bersin serta gejala lainnya. Hal ini dapat dikarenakan pada bedanya kondisi kekebalan tubuh, lamanya seseorang mengidap penyakit asma ini bahkan faktor-faktor lain seperti faktor lingkungan dan tempat bekerja. Dari waktu ke waktu gejala yang ditimbulkan antar penderita adalah bervariasi.

Bagaimana mengobati penyakit asma?

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa antar penderita satu dengan penderita yang lain memiliki tingkat keparahan dan pola gejala yang berbeda-beda. Maka dari itu, tentunya bagaimana penindaklanjutan dan pengobatannya pun juga berbeda. Karena tingkat keparahan penyakit asma bervariasi yaitu ada yang ringan, cukup atau sedang dan berat maka pengobatannya pun harus juga disesuaikan dengan berat atau ringannya penyakit asma tersebut. karena, pengobatan yang kurang tepat bukan membuat penderita asma menjadi sembuh malah membuat penderita sulit mengendalikan gejala yang timbul.

Bagi pada penderita asma ringan, tentu hanya dengan mengobatinya ketika mengalami serangan atau gejala saja sudah cukup dan tidak menjadi masalah. Tidak perlu melakukan pengobatan secara rutin dan dalam jangka waktu yang panjang. Nah, berbeda dengan jika penyakit asmanya sudah berada di level yang sedang dan bahkan berat. Si penderita memerlukan penanganan dan pengobatan yang khusus untuk mengatasi dan meringankan gejala-gejala asma yang muncul. Penderita asma dalam level yang sedang dan berat harus selalu dikontrol kondisnya dan perlu untuk dilakukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah dan menghindari serangan-serangan asma yang lain.

Jadi, pengobatan pada penyakit asma yang dapat dilakukan ada 2 cara yaitu pengobatan yang hanya dilakukan ketika gejala asma kambuh saja atau ketika saat serangan asma yaitu dengan obat pelega, dan pengobatan yang dilakukan dalam jangka waktu yang panjang atau dilakukan terus menerus yaitu dengan obat pencegah dan obat untuk mengatasi serangan atau gejala asma. Pengobatan yang kedua adalah pengobatan yang biasanya rutin dilakukan oleh penderita asma yang sudah akut dan telah lama mengidap penyakit asma, obat tersebut biasanya dikonsumsi setiap hari karena hampir setiap hari mengalami serangan asma.

Beberapa pilihan nama-nama obat asma.

Asma dengan gejala atau serangan yang ringan, maka penderita dapat mengkonsumsi obat pelega saluran pernafasan saja. tujuannya adalah untuk melonggarkan saluran pernafasannya sehingga tidak terasa sesak dan berat ketika bernafas. Contoh obat untuk asma ringan adalah terbutalin, salbutamol, ipratropium bromide dan teofilin / aminofillin.

– Salbutamol
Salbutamol adalah jenis atau golongan obat asma untuk penderita asma ringan yang memiliki reaksi yang cukup cepat untuk bisa melegakan dan meredakan gejala asma yang muncul. Obat asma ini cukup banyak disediakan di apotik-apotik dan disediakan dalam bentuk yang bervariasi. Ada yang berbentuk inhalasi (untuk alat bantu pernafasan), berbentuk tablet dan ada pula yang berbentuk sirup.

Sangat tepat menggunakan obat asma ini jika ingin mengatasi serangan asma secara cepat. Untuk salbutamol yang berbentuk inhalasi, dapat tersedia dalam bentul tunggal seperti Ventolin, atau ada pula yang berbentuk kombinasi seperti Combivent. Sedangkan yang berbentuk sirup, salbutamil biasanya dikombinasikan dengan obat pengencer dahak dan ini sangat tepat bagi penderita asma yang disertai dengan batuk berdahak.

– Terbutalin
Hampir sama dengan jenis obat salbutamol, obat ini adalah obat pelega dan obat untuk melonggarkan saluran pernafasan saja. biasanya digunakan oleh penderita asma ketika serangan asma datang saja karena obat ini tidak tergolong pada obat asma jangka panjang. Yang membedakan obat ini dengan salbutamol hanya bentuk sediaannya saja. Untuk obat tarbutalin ini hanya tersedia dalam bentuk obat minum.

– Aminofilin
Aminofilin juga termasuk obat asma jangka pendek. Biasanya aminofilin didapatkan dalam bentuk injeksi. Reaksi atau khasiatnya sama yaitu meredakan gejala atau serangan asma dan melonggarkan tenggorokan saluran pernafasan.

– Teofilin
Obat asma ini biasanya didapatkan dalam bentuk tablet dan juga sirup. Untuk obat jenia teofilin ini, umumnya dikombinasikan dengan obat obat lain misalnya efedrin contohnya seperti Neo Napacin atau dikombinasi dengan salbutamol contohnya seperti Teosal.

Obat-obat di atas adalah jenis obat yang dapat digunakan untuk penderita asma ringan atau hanya dikonsumsi dalam jangka waktu pendek saja. Untuk lebih aman dan nyamannya, jika Anda ingin mengkonsumsi obat ini sebaiknya berdasarkan resep dari dokter yang ahli untuk mencegah adanya alerg atau ketidaksesuaian obat dengan kondisi si pasien.

Selain obat pereda tenggorokan dan meredakan gejala asma, ada obat- obat lain yang gunanya adalah untuk dikonsumsi jangka panjang. Obat-obat kimia ini bukan hanya meredakan gejala asma namun juga mencegah agar gejala asma tak kambuh lagi. Obat ini umumnya dikonsumsi oleh orang penderita asma akut atau penyakit asma yang sudah serius. Tujuan dari diberikannya obat ini adalah untuk pencegahan gejala asma agar tidak berkelanjutan. Bagi penderita asma akut, obat ini biasa diminum setiap hari dan dalam jangka waktu yang panjang. Berikut adalah obat-obat asma jangka panjang:

– Inhalasi steroid, obat ini adalah obat asma jangka panjang yang biasa dikonsumsi oleh penderita asma sedang dan tinggi. Obat ini biasa tersedia dalam bentuk inhalasi yang terdapat pada alat bantu pernafasan. Obat ini berkhasiat mencegah agar tidak terjadi gejala-gejala asma selanjutnya.

– b2 agonis aksi panjang, sodium kromoglikat atau kromolin, nedokromil, modifier leukotrien, dan golongan metilksantin merupakan obat-obat asma jangka panjang yang lain selain inheler. Pada dasarnya sama manfaat dan khasiatnya yaitu untuk mencegah gejala asma berkelanjutan.

Dari kedua obat jangka panjang tersebut, yang paling sering digunakan adalah obat dalam bentuk inhalasi. Mengapa? Karena obat bentuk inhalasi memiliki beberapa keuntungan. Pertama, efek samping yang terdapat pada obat inhalasi adalah lebih kecil daripada obat asma jangka panjang dalam bentuk yang lain. Misalnya saja obat inhalasi untuk obat asma jangka panjang adalah inhalasi kombinasi budesonide dengan formoterol contohnya adalah Symbicort dan obat inhalasi kombinasi salmaterol dengan flutikason contohnya Seretide.

Kedua, bentuknya pun bermacam- macam seperti inhaler, turbuhaler, diskhaler dimana obat-obat tersebut dibedakan berdasarkan penggunaannya. Untuk penyakit asma yang berat, obat jenis ini cukup ampuh dan aman jika di gunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu ada lagi obat-obat lain yang termasuk ke dalam obat untuk mengontrol asma yang cukup berat yaitu kototifen, sodium kromoglikat / nedokromil dan teofilin lepas lambat. Namun sebaiknya jika obat-obat tersebut Anda gunakan jika memang obat-obat kimia yang telah disebutkan sebelumnya. Karena obat ini menjadi pilihan kedua setelah obat- obat yang pertana disebut. Mengapa? Misalnya saja obat kototifen contohnya adalah sirup Profilas.

Obat tersebut menjadi pilihan kedua atau kurang direkomendasikan sebagai obat pencegah asma karena belum memiliki bukti klinis yang cukup kuat, selain itu, obat teolifin ini memiliki efek samping yang lebih besar jika di bandingkan dengan obat- obat lain yaitu seperti insomnia, jantung berdebar cepat, hingga rasa mual da muntah.

Obat untuk asma secara umumnya berbentuk inhalasi yaitu dengan cara di hirup melalui mulut. Penggunaan inhaler kini dirasa lebih tepat karena ketika menggunakan inhaler penderita langsung bisa mendapatkan pertolongan pertama ketika serangan asma datang. Inhaler dirasa juga memberikan efek yang cukup cepat karena langsung ke tenggorokan atau saluran pernafasan, sedangkan obat asma yang berbentuk oral harus di minum terlebih dahulu dan cenderung lebih lama efeknya karena harus melalui proses yaitu melalui saluran pencernaan terlebih dahulu. Selain itu, biasanya obat inhalasi memiliki dosis yang lebih kecil dibandingkan dengan obat yang di minum. Tentu obat dengan bentuk inhalasi merupakan pilihan obat yang tepat untuk penderita asma akut yang membutuhkan obat pelega dan peredam serangan asma dengan cepat. Terimakasih.